Sukamakmur, Kompim – Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, bersama jajaran kembali melaksanakan penanaman pohon di kawasan Tanjakan Dua Ribu, Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, pada Selasa (24/2/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari visi besar yang dikawal Sekda untuk mewujudkan target 40 hutan kota di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bogor. Dalam aksi di Sukamakmur tersebut, Ajat berhasil merangkul berbagai elemen lintas sektor, mulai dari Perhutani, pelaku usaha, hingga para pengelola tempat wisata, guna memperkuat sinergi dalam menjaga kelestarian lingkungan Bogor.

Adapun, jenis pohon yang ditanam adalah pohon pinus dan pohon damar, di mana pohon-pohon tersebut merupakan hasil kolaborasi dan bantuan dari pihak Perhutani serta para pemilik wisata setempat. 

Ke depan, kata Ajat, sesuai dengan arahan dan instruksi Bupati Rudy Susmanto, akan diselenggarakan aksi ‘Selasa Menanam’, yang akan rutin dilaksanakan setiap minggunya. 

​​​​​“Selanjutnya kita akan melakukan 'Selasa Menanam' pada setiap minggunya. Penanaman ini dilakukan sesuai dengan instruksi Bupati,” ujarnya.

Rencananya, pohon-pohon tersebut akan ditanam di sepanjang jalan Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, hingga mencapai perbatasan Kabupaten Cianjur. Dengan target ini, Ajat mengutarakan keoptimisannya, “Nantinya, semua ini akan terlihat indah dalam tiga sampai empat tahun mendatang,” harapnya.

Lebih lanjut, Ajat menilai, penanaman ini merupakan langkah yang sangat positif. Ia mengingatkan bahwa sebagai manusia, kita terkadang mengabaikan betapa pentingnya pohon sebagai pelindung alam. Oleh karenanya, aksi ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia dan seisinya.

Ia pun mengapresiasi kolaborasi yang terjalin erat antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Pemerintah Desa sehingga aksi ini berjalan dengan baik dan lancar.

Kepada seluruh pihak yang hadir dan seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, Ajat menegaskan, “Menanam pohon tidak bisa hanya mengandalkan uang, APBD, program, atau sekadar karena perintah pimpinan,” ia melanjutkan, “Menanam harus dengan hati, muncul dari jiwa dan keinginan kita sendiri. Kita harus punya mimpi untuk memberikan warisan alam yang baik kepada anak cucu kita. Karena jika dilakukan dengan hati, maka akan tercipta pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (nps – ed.swa).