Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kebersihan, keindahan, dan kualitas ruang publik di wilayah Kabupaten Bogor. Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Evaluasi Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) bersama Disperkim, DLH, dan Dinas PU di Pendopo Bupati, Jumat (7/8/2026).
Di tingkat teknis, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) saat ini menyiagakan 290 personel lapangan di bawah UPTD Pemeliharaan Pertamanan. Tim yang terdiri atas park ranger, petugas penataan taman, tenaga kebersihan, operator chainsaw, teknisi, pengemudi, armada tangki air, hingga satgas pertamanan tersebut tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari taman kota, Ruang Terbuka Hijau (RTH), jalur protokol, gerbang wilayah, hingga taman tematik. Meski demikian, Kepala Bidang PSU Disperkim, Yoga, mengakui bahwa kebutuhan sarana operasional di lapangan masih cukup tinggi.
Dari sektor kebersihan lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Teuku Mulya, memaparkan bahwa pihaknya mengerahkan 116 petugas pesapon khusus untuk mengawal kebersihan jalur utama Kabupaten Bogor, di samping personel lain yang disiagakan di area strategis. Namun, ia menilai jumlah tersebut masih belum ideal sehingga diperlukan penambahan tenaga lapangan guna mengoptimalkan kinerja.
Sementara itu, dukungan infrastruktur disokong oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga menjabat Sekretaris Dinas PU, Gantara Lenggana, menjelaskan bahwa Dinas PU memiliki kekuatan sekitar 800 personel di bawah UPT Jalan dan Jembatan, serta 250 personel di bidang Sumber Daya Air (SDA) yang terbagi di lima UPT.
Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa Kabupaten Bogor harus mengalami perubahan nyata dalam aspek kebersihan, keindahan, dan penataan ruang publik.
“Karakter Kabupaten Bogor yang berbeda menuntut pola kerja khusus dengan target menjadikan Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah yang paling bersih di Indonesia,” tegasnya.
Pola kerja diubah dari penempatan titik statis menjadi sistem klaster wilayah. Setiap petugas bertanggung jawab penuh atas kebersihan, pemeliharaan taman, pengecatan fasilitas kusam, perbaikan pedestrian rusak, hingga perbaikan ringan fasilitas umum di wilayah kerjanya.
Seluruh petugas lapangan akan dievaluasi. Personel yang bersedia bekerja sesuai target akan dipertahankan, sedangkan yang tidak mampu mengikuti pola baru akan digantikan tanpa mengurangi jumlah total tenaga yang ada.
Sekitar 500 personel terpadu akan dibentuk ke dalam 20 tim di 20 kecamatan. Mereka mengemban dua tugas utama sebagai petugas kebersihan sekaligus unsur pendukung penanggulangan bencana. Setiap petugas juga diupayakan dibekali mesin potong rumput mandiri agar pemeliharaan lebih efektif.
Rudy meminta seluruh perangkat daerah terkait segera menyusun data personel, pembagian wilayah kerja, kebutuhan peralatan, serta rencana operasional rinci. Prioritas utama pada wilayah perbatasan (Jakarta, Kota Bogor, dan Bekasi). Kolaborasi lintas dinas diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Kabupaten Bogor yang bersih, indah, tertata, dan membanggakan masyarakat. (nps– ed.swa)