Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bertransformasi dari angkutan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik. Komitmen tersebut disampaikannya dalam Rapat Pembahasan Pasar Karbon (Carbon Trading) dan Evaluasi Uji Coba Bus Listrik di Pendopo Bupati, Senin (20/7/2026).
Rapat koordinasi mengenai operasional "Kabogorbus" dan program pasar karbon ini turut dihadiri oleh PT TUV Rheinland Indonesia, PT Widya Adi Tunggal Transportasi, unsur BUMD, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Agenda utama pertemuan ini meliputi evaluasi operasional dan pembiayaan uji coba bus listrik selama tiga bulan (April–Juni 2026), kesiapan infrastruktur, serta strategi pengurangan emisi demi mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Dengan populasi Kabupaten Bogor yang menembus lebih dari 6 juta jiwa, tekanan terhadap infrastruktur wilayah dinilai sangat ekstrem. Terlebih, sektor transportasi darat menyumbang hingga 44 persen dari total emisi CO₂.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bogor telah menguji coba layanan "Kabogorbus" di koridor Terminal Bojonggede – AEON Mall Sentul sepanjang 40 kilometer. Rute ini dipilih karena dinilai strategis dalam menghubungkan kawasan permukiman, area industri, Stasiun KRL, hingga pusat perekonomian.
Selama tiga bulan masa uji coba, empat unit bus listrik, terdiri dari dua unit milik dinas dan dua unit kemitraan swasta, berhasil mencatatkan kinerja positif. Layanan ini telah mengangkut hampir 28.000 penumpang dengan rata-rata tingkat keterisian (load factor) mencapai 79 persen, menandakan tingginya antusiasme masyarakat.
Kendati disambut hangat, evaluasi di lapangan masih mencatat sejumlah tantangan. Keterbatasan jumlah armada dan keterlambatan jadwal akibat titik kemacetan di Bojonggede, Tugu Pancakarsa, hingga Sentul menjadi perhatian utama. Selain itu, masih rendahnya penggunaan transaksi non-tunai oleh penumpang serta terbatasnya infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) turut menjadi hambatan operasional yang perlu segera dibenahi.
Menanggapi tantangan tersebut, pihak PT Widya Adi Tunggal Transportasi memaparkan rencana pengembangan jaringan transportasi listrik hingga tahun 2030. Rencana ini mencakup digitalisasi sistem tiket, penambahan armada, percepatan pembangunan SPKLU, integrasi antarmoda transportasi, serta pengembangan kualitas SDM.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy menginstruksikan manajemen pengelola dan Dinas Perhubungan untuk segera merampungkan kajian evaluasi ini secara komprehensif. Aspek efisiensi anggaran, kepuasan masyarakat, ketepatan waktu, dan keberlanjutan operasional wajib menjadi pertimbangan utama.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkab Bogor menyiapkan dua alternatif solusi infrastruktur, antara lain fasilitas parkir, Stadion Pakansari disiapkan sebagai lokasi depo/parkir bersama. Fasilitas ini dinilai mampu menampung lonjakan armada hingga 10, 20, bahkan 30 unit bus listrik. Fasilitas kelistrikan, Pemkab Bogor membuka opsi pemanfaatan jaringan dan fasilitas listrik milik pemerintah daerah untuk keperluan pengisian daya (charging).
"Pada prinsipnya, Pemkab Bogor siap bertransformasi dari angkutan berbahan bakar fosil ke bahan bakar listrik. Saat ini tinggal merumuskan mekanisme yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Harapannya kajian evaluasi ini diselesaikan secepatnya," tegas Rudy.
Kajian ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan sebelum penyusunan KUA-PPAS dan APBD Tahun 2027.
Selain sektor transportasi, komitmen lingkungan Pemkab Bogor juga diwujudkan melalui program penanaman pohon secara masif dan terstruktur. Hingga saat ini, tercatat sekitar 45.000 pohon telah ditanam di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah membangun sistem penanaman yang terdata dengan baik dan berkelanjutan. Sementara itu, potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon dipandang sebagai nilai tambah (added value) strategis di masa depan.
Oleh karenanya, Rudy menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah dan pihak terkait untuk segera menindaklanjuti penyusunan kajian lahan, pendataan vegetasi, serta roadmap pengembangan pasar karbon Kabupaten Bogor. Targetnya, keputusan tindak lanjut bersama sudah dapat ditetapkan pada pertemuan berikutnya. (nps – ed.swa)