Bogor, Kompim - Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan merata dan berkelanjutan, tidak hanya terpusat di Cibinong. Hal tersebut disampaikan dalam talk show HUT ke-53 Megaswara Network di Studio Megaswara, Jumat (16/10/2026), saat membahas arah pembangunan, kesinambungan program, dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.
Ajat menjelaskan, pembangunan perlu menjawab persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, akses pendidikan, hingga konektivitas antarwilayah. Menurutnya, kepemimpinan harus mampu menghadirkan perubahan nyata sekaligus melanjutkan program yang telah dirintis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
“Keberlanjutan pembangunan itu bukan menghilangkan yang sudah ada, tetapi menyempurnakan dan menuntaskan,” ungkap Ajat. Ia mencontohkan sejumlah pembangunan yang dilanjutkan dan disempurnakan, termasuk infrastruktur yang telah lama dinantikan masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bogor menjaga kesinambungan pembangunan agar tidak terhenti akibat pergantian kepemimpinan.
Ajat juga memaparkan pentingnya pemerataan pembangunan melalui penguatan konektivitas wilayah barat, timur, dan utara Kabupaten Bogor. Sejumlah upaya pengembangan akses jalan, termasuk jalur Malasari menuju perbatasan Sukabumi serta rencana jalur Leuwiliang–Rancabungur, diarahkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Dengan akses yang semakin baik, potensi ekonomi di luar pusat pemerintahan diharapkan dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerataan dilakukan melalui peningkatan akses pelayanan publik. Ajat menyampaikan bahwa pelayanan administrasi kependudukan telah dikembangkan hingga tingkat kecamatan, sehingga masyarakat dapat mengakses layanan lebih dekat dari tempat tinggalnya.
Upaya ini menjadi bagian dari pendekatan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengurangi hambatan akses pelayanan, khususnya bagi warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan perlu dilihat dari hasil yang terukur, seperti perkembangan aktivitas ekonomi, kemudahan pelayanan, dan penyelesaian persoalan infrastruktur dasar. Di sisi lain, tantangan seperti pengangguran dan persoalan sosial tetap memerlukan perhatian melalui program yang tepat sasaran serta sinergi antarperangkat daerah. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya terlihat dari perubahan fisik, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya menjaga kesinambungan program sekaligus memperluas pemerataan pembangunan hingga seluruh kecamatan. Melalui peningkatan konektivitas, pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan pelayanan publik yang semakin mudah dijangkau, pembangunan diharapkan tidak hanya dirasakan di kawasan pusat pemerintahan, tetapi juga menjangkau masyarakat di wilayah perdesaan dan pelosok Kabupaten Bogor. (ra– ed.swa).