Citeureup, Kompim – Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor,  menyampaikan empat pesan utama Rudy Susmanto Bupati Bogor, dalam acara Citeureup Bersalawat yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Citeureup, Sabtu malam (8/8/2026).

Membuka pesan tersebut, Ajat menuturkan bahwa meski baru menjabat selama satu setengah tahun, Bupati Rudy  Susmanto bersama Wabup Ade Ruhandi, terus berupaya menjawab persoalan menahun di wilayah Citeureup. 

Salah satu bukti nyatanya adalah keberhasilan penataan Pasar Citeureup yang selama dua hingga tiga dekade terakhir menjadi titik kemacetan parah, serta rampungnya perbaikan gedung Puskesmas yang sempat mengalami kebakaran hebat. 

Di hadapan ribuan jamaah, Ajat sempat bertanya apakah warga lebih menyukai kondisi pasar yang dulu macet atau yang sekarang sudah rapi, yang langsung dijawab riuh oleh warga bahwa mereka jauh lebih senang dengan kondisi saat ini.

Ajat menuturkan, pesan pertama yang ditekankan Bupati Rudy adalah kemudahan akses kesehatan. Seluruh warga pemilik KTP Kabupaten Bogor kini dijamin 100 persen mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis. 

Demi memastikan pelayanan ini menyentuh lapisan bawah, Ajat menginstruksikan para pejabat wilayah untuk rajin berinteraksi langsung dengan warga, mendengarkan keluhan, dan mencatat kebutuhan masyarakat.

“Oleh karena itu, saya minta kepada Pak Camat, saya minta kepada Pak Kades, tong loba di kantor, jangan banyak di kantor. Jalan-jalan ke masyarakat, dengarkan keluhannya, catat. Karena inilah hakikatnya. Seperti kata Pak Bupati, kami hanya pelayan bapak-bapak dan ibu-ibu semua,” tegas Ajat.

Pesan kedua dan ketiga berfokus pada pentingnya menjaga kebinekaan serta merawat semangat nasionalisme, terutama menyambut momentum Hari Kemerdekaan.  Ajat menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor harus dibangun di atas fondasi kebinekaan dan toleransi.

“Bupati menginginkan masyarakat Citeureup yang akur, yang rukun, dan yang damai. Kalau tidak damai, kita akan sulit membangun Kabupaten Bogor,” tutur Ajat. 

Ia juga mengajak warga mengibarkan bendera Merah Putih sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan terdahulu. 

Pesan terakhir berfokus pada rasa cinta daerah dan kepedulian terhadap lingkungan. Citeureup hanya bisa dibangun oleh orang-orang yang mencintainya, yang dibuktikan lewat aksi nyata menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Sikap ini sangat krusial mengingat APBD yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membiayai warga yang sakit akibat lingkungan tidak sehat mencapai hampir Rp1,3 triliun.

Sejalan dengan arahan tersebut, Maman Nurpadilah Camat Citeureup,, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berkolaborasi mewujudkan tagline Citeureup di Hareup, sebuah gagasan untuk menciptakan wilayah yang Dinamis, Harmonis, dan Religius (Di Hareup). 

Suasana Citeureup Bersalawat malam itu pun berlangsung semakin hangat dan khidmat dengan kehadiran Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf. (nps– ed.swa)