Cibinong, Kompim - Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor berbaur dengan masyarakat dalam rangkaian kegiatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43, tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Car Free Day (CFD), Minggu (13/9/2026). Di sela kegiatan, Sekda menyaksikan pertunjukan Tari Kebo Iwo yang menghadirkan kreativitas seni sekaligus pesan keberanian di tengah ruang publik.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari suasana CFD yang tidak hanya diisi aktivitas olahraga, tetapi juga interaksi masyarakat dan ekspresi budaya. Kehadiran seni di ruang publik memperlihatkan bahwa kegiatan bersama dapat menjadi ruang untuk menikmati kreativitas warga sekaligus mempererat kebersamaan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Tari Kebo Iwo, tarian gagahan yang mengangkat karakter seorang kesatria. Menurut Yasa, salah satu penampil, tarian tersebut terinspirasi dari konsep tari yang dikembangkan kelompok penari di Bandung dan membawa gambaran tentang sosok yang memiliki keberanian serta semangat membanggakan kelompoknya.
“Ini semacam tarian gagahan, di mana seorang pesatria yang ingin menguasai sebuah wilayah dan ingin membanggakan,” ujar Yasa saat menjelaskan karakter Tari Kebo Iwo.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pertunjukan seni tidak hanya mengandalkan gerak dan musik, tetapi juga menyampaikan nilai yang dapat dikenali masyarakat. Karakter kesatria dalam Tari Kebo Iwo menjadi simbol keberanian, semangat, dan kepercayaan diri yang disampaikan melalui ekspresi para penari.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, ruang publik memiliki peran penting dalam mempertemukan aktivitas olahraga, seni, dan kehidupan sosial masyarakat. Melalui kegiatan yang terbuka dan inklusif, pemerintah daerah terus memperkuat ruang interaksi warga agar tidak hanya mendukung pola hidup sehat, tetapi juga memberi tempat bagi kreativitas dan kebudayaan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap kegiatan olahraga dan seni dapat terus berjalan beriringan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang sehat, aktif, dan berbudaya. Semangat Haornas diharapkan tidak berhenti pada aktivitas fisik, tetapi juga tumbuh melalui kebersamaan, keberanian berekspresi, dan apresiasi terhadap kreativitas masyarakat. (ra–ed.swa).