Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, mulai mematangkan rencana besar untuk menyulap kawasan Parung menjadi pusat ekonomi baru yang modern dan terpadu. Hal ini ditegaskan Bupati Rudy, dalam rapat koordinasi bersama jajaran yang berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, yang dilanjutkan dengan peninjauan langsung Pasar Parung dan Kawasan Cisarua, pada Senin (27/4/2026).

Rudy menjelaskan bahwa transformasi ini tidak hanya fokus pada penataan pasar tradisional, melainkan mengintegrasikan fungsi perdagangan, pusat kuliner, dan sistem transportasi dalam satu kawasan. Langkah ini diambil karena melihat potensi Pasar Parung yang sangat besar namun memerlukan penataan yang lebih terstruktur.

Salah satu inovasi yang diusung adalah pembangunan pasar ikan modern dengan konsep wisata. "Kita ingin ada pasar ikan yang tertata, lalu di lantai atasnya ada tempat makan yang nyaman. Masyarakat bisa menikmati kuliner sambil melihat langsung aktivitas perdagangan di bawah," ujar Rudy.

Selain aspek ekonomi, proyek ini dirancang sebagai solusi atas masalah kemacetan yang kerap terjadi di Parung. Pemkab Bogor berencana membangun fasilitas pendukung seperti area parkir terpadu (park and ride) serta shelter angkutan umum untuk mencegah kendaraan yang berhenti sembarangan di badan jalan.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab Bogor telah menyiapkan dua titik lahan strategis. Lahan pertama seluas kurang lebih 7.000 meter persegi akan dijadikan pusat ekonomi utama, sementara lahan kedua seluas sekitar 2 hektar akan difungsikan sebagai kawasan pendukung dan akses transportasi.

Di sisi lain, penataan kawasan Cisarua juga terus dikebut, di mana difokuskan pada titik-titik krusial seperti Simpang Gadog, Pasir Muncang, Pasir Angin, Megamendung, hingga Pasar Cisarua. Revitalisasi akan dilakukan pada objek bersejarah dan ikonik, termasuk kawasan makam KH. Idham Kholid, Masjid Atta’awun, serta pembangunan monumen Laksamana RE Martadinata.

Salah satu rencana monumental lainnya adalah pembangunan Tugu Konferensi Asia Afrika sebagai pengingat nilai historis wilayah tersebut. Penataan ini juga akan didukung oleh peningkatan infrastruktur seperti penerangan jalan umum (PJU), penataan utilitas, dan pengembangan kawasan hutan kota.

Tak hanya pembangunan fisik, aspek lingkungan turut menjadi perhatian. Dalam momentum Hari Jadi Bogor dan Hari Lingkungan Hidup, Pemkab Bogor berencana melakukan penanganan ikan invasif (ikan sapu-sapu) serta pelepasan ikan lokal di hulu sungai untuk menjaga ekosistem.

Rudy menekankan bahwa pembangunan ini akan mengedepankan kolaborasi dengan pihak swasta dengan harapan prosesnya lebih cepat. Ia berharap optimalisasi aset daerah ini dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kita tidak ingin lahan milik pemerintah hanya diam. Lebih baik kita kerjasamakan, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," tegas Rudy. (nps – ed.swa).