Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Bogor harus dimulai dari tingkat desa. Hal tersebut disampaikan saat mengikuti penilaian Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 terhadap Desa Gunung Putri, yang berlangsung di Aula Kecamatan Gunung Putri, Selasa (6/10/2026).
Rudy mengatakan, Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan berada dalam kawasan aglomerasi Provinsi DKI Jakarta memiliki tantangan pembangunan yang kompleks. Karena itu, penguatan pembangunan di tingkat desa menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan wilayah secara menyeluruh.
“Ketika kita membangun sebuah wilayah, khususnya Kabupaten Bogor, pembangunan harus dimulai dari tingkat paling bawah, yaitu desa,” ujar Rudy.
Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dukungan pembiayaan pembangunan desa. Di tengah kondisi efisiensi anggaran, Pemkab Bogor tetap mengalokasikan bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp1,5 miliar untuk setiap desa, di luar Dana Desa dan Bantuan Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD). Dukungan tersebut mencakup 416 desa dan 19 kelurahan di Kabupaten Bogor.
Rudy menilai, Desa Gunung Putri menjadi salah satu contoh desa yang mampu mengembangkan pembangunan melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, keberhasilan desa tidak hanya ditentukan oleh program dan anggaran, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah desa dalam menggerakkan seluruh elemen masyarakat.
Ia menekankan, program dan inovasi yang telah dikembangkan Desa Gunung Putri dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor. Apabila Desa Gunung Putri ditetapkan sebagai juara pertama tingkat nasional, Pemkab Bogor akan mendorong program-program yang telah berhasil tersebut untuk direplikasi dan diadaptasi di 416 desa dan 19 kelurahan.
“Ketika Desa Gunung Putri ditetapkan sebagai juara pertama, maka program-program yang telah berhasil dilaksanakan akan kami dorong untuk dapat direplikasi dan diadaptasi di 416 desa dan 19 kelurahan se-Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Rencana replikasi tersebut, lanjut Rudy, akan diperkuat melalui payung hukum berupa Peraturan Bupati tentang Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa. Langkah ini diharapkan dapat memastikan inovasi dan program pembangunan yang terbukti memberikan dampak positif memiliki keberlanjutan serta dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Di sisi lain, Daman Huri, Kepala Desa Gunung Putri, menuturkan bahwa pemerintah desa dalam menjalankan pembangunan berpegang pada prinsip “Jangan menjadi Superman, tetapi jadilah Super Team”. Prinsip tersebut menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh satu orang atau satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh unsur masyarakat serta kelembagaan desa.
Sementara itu, Ade Afriandi, Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat menjelaskan, Desa Gunung Putri menghadapi tantangan yang cukup kompleks karena berkembang sebagai kawasan industri sekaligus memiliki karakteristik wilayah yang semakin mendekati perkotaan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya berbagai inovasi yang dikembangkan pemerintah desa bersama kelembagaan masyarakat.
Ade menyebut terdapat tiga aspek kualitatif yang menjadi kekuatan Desa Gunung Putri, yakni kemampuan menangani persoalan lintas kewenangan, keterbukaan, dan respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, karakteristik tersebut relevan dengan tantangan desa yang berkembang menjadi kawasan industri dan perkotaan.
Selain mewakili Jawa Barat dalam penilaian nasional, Desa Gunung Putri juga memperoleh stimulus sebesar Rp6 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung pembangunan infrastruktur, meliputi jalan, jembatan, drainase, penerangan jalan umum, rumah tidak layak huni, MCK komunal, jalan lingkungan, serta infrastruktur lainnya.
Berbagai inovasi yang dikembangkan Desa Gunung Putri antara lain Smart Village, digitalisasi pengelolaan pemerintahan dan keuangan desa, Data Desa Presisi, penguatan ekonomi melalui GPNET dan Koperasi Desa, sistem keamanan berbasis CCTV, pengelolaan lingkungan dan bank sampah, pengembangan UMKM, hingga Kampung Urban Pajajaran.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Desa Gunung Putri menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kolaborasi, teknologi, potensi masyarakat, serta dukungan pemerintah. Model pembangunan tersebut dinilai memiliki peluang untuk direplikasi di wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa. (nps– ed.swa).