Cibinong, Kompim — Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun program pembangunan berbasis data agar lebih tepat sasaran. Hal ini ditegaskannya saat mengevaluasi hasil survei kinerja pemerintahan di Cibinong, Selasa (10/3/2026), guna memastikan keluhan masyarakat terjawab lewat kebijakan yang efektif.

Bupati Bogor menegaskan bahwa hasil survei dari Indikator Politik Indonesia bukan sekadar dokumen informasi, melainkan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan daerah. Ia meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membedah data tersebut untuk memetakan kondisi riil di lapangan, mulai dari sektor kesehatan dan pendidikan hingga mitigasi bencana.

“Setiap OPD tidak boleh hanya menjalankan program untuk menggugurkan kewajiban administratif. Program yang disusun harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Rudy.

Melalui pemetaan yang akurat, pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan langkah intervensi yang lebih terarah, efektif, dan berbasis pada data lapangan yang jelas.

Sebagai contoh, Bupati Bogor menekankan bahwa pengentasan kemiskinan harus dimulai dengan pemetaan wilayah yang akurat. Dengan data tersebut, intervensi pemerintah dapat langsung menyasar kebutuhan paling mendesak di masyarakat.

“Jika ingin mengentaskan kemiskinan, kita harus tahu di mana titik rawan kemiskinan di Kabupaten Bogor, berapa jumlahnya, dan seperti apa intervensi programnya,” tegas Rudy.

Ia juga menginstruksikan agar hasil kajian setiap perangkat daerah menjadi basis penyusunan kebijakan serta penyesuaian anggaran daerah. Langkah ini harus dimulai sejak dini agar program yang dirancang selaras dengan kebutuhan riil di setiap wilayah.

Menutup arahannya, Rudy mengingatkan pentingnya kolaborasi antar-OPD. Memasuki tahun kedua masa pemerintahan, koordinasi yang terpadu menjadi kunci agar setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor. (ra – ed.swa).