Cibinong, Kompim – Bupati Bogor, Rudy Susmanto resmi melantik 32 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemkab Bogor di Gedung Serbaguna I Setda, Jumat (19/6/2026). Mutasi ini menggunakan mekanisme baru yang lebih komprehensif untuk menyaring aparatur terbaik demi penguatan birokrasi.
"Kami hari ini menggunakan beberapa mekanisme dan tahapan yang agak sedikit berbeda. Salah satunya yang akan berjalan minggu depan adalah proses open bidding dan assessment. Ini bukan hanya untuk pejabat eselon II, tetapi juga eselon III dan IV di beberapa SKPD yang ada di Kabupaten Bogor," ujar Rudy.
Rudy meyakini, dari total sekitar 40 ribu lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di kecamatan, kelurahan, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT), banyak yang memiliki potensi hebat.
"Kami mencari orang-orang potensial tersebut untuk ditempatkan di posisi yang tepat. Mohon doa dan bantuannya, mari kita berbenah membangun Bogor bersama-sama. Pesan saya yang terpenting, tunjukkan kiprah dan pelayanan terbaik kepada masyarakat di tempat baru," tegasnya.
Selain penyegaran birokrasi, Rudy menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memberikan dukungan konkret terhadap program prioritas pemerintah pusat. Mulai Senin mendatang, para pejabat diminta tidak sekadar memimpin apel di kantor, melainkan turun langsung ke sekolah-sekolah terdekat menjadi pembina upacara sekaligus mendampingi para siswa menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tidak berhenti di situ, momen kunjungan ini wajib dimanfaatkan untuk mengecek langsung kondisi ruang kelas, toilet, hingga fasilitas sekolah demi mencari solusi bersama atas kendala yang ditemukan di lapangan. Agar jangkauan sekolah lebih luas, Rudy menegaskan bahwa tugas ini tidak harus selalu diemban oleh kepala dinas atau camat, melainkan bisa didelegasikan secara bergantian kepada sekretaris maupun kepala bidang.
Rudy berharap setiap hari Senin menjadi momentum bagi pimpinan perangkat daerah untuk hadir di tengah siswa. Ia juga berharap anggota DPRD Kabupaten Bogor dapat melakukan langkah serupa agar dukungan program ini semakin kuat.
Di akhir arahannya, Rudy meminta jajarannya melakukan pemantauan intensif terhadap para guru honorer yang telah diangkat menjadi pegawai paruh waktu maupun penuh waktu.
"Kita telah melantik kurang lebih 13.000 pegawai, dan sekitar 70 persen di antaranya merupakan guru honorer. Mereka membutuhkan perhatian dan dukungan kita agar dapat bekerja dengan optimal," jelasnya.
Ia mengisyaratkan bahwa gelombang pelantikan, mutasi, dan rotasi berikutnya akan terus berjalan demi memberikan kesempatan bagi ASN yang berkinerja tinggi.
"Minggu depan atau minggu-minggu berikutnya mungkin akan ada pelantikan lainnya, baik di tingkat perangkat daerah, kecamatan, maupun sekolah. Kami ingin memberikan tempat terbaik bagi mereka yang telah bekerja dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kabupaten Bogor," pungkasnya. (nps – ed.swa)