Jakarta, Kompim – Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan pelayanan publik lewat pengelolaan komunikasi yang adaptif. Hal ini dibuktikan oleh Humas Pemkab Bogor, Sandy Wisnu Aji, yang didapuk menjadi salah satu pembicara pembuka sesi “No Limit Engage” dalam ajang Government Social Media Summit (GSMS) 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta, Selasa, (9/6/2026).

“Setiap ASN, apa pun posisi dan jabatannya, pada hakikatnya adalah seorang humas bagi pemerintah. Karena kita berinteraksi langsung dengan masyarakat, kita semua mengemban tanggung jawab yang sama sebagai agen penyampai informasi yang tepercaya,”ujarnya.

GSMS sendiri merupakan simpul temu dan ruang kolaborasi tahunan bagi para praktisi kehumasan, komunikasi, serta pengelola kanal media sosial instansi pemerintah di Indonesia. Sejak diinisiasi pada tahun 2019, perhelatan puncak GSMS selalu konsisten menyajikan GSM Conference dan GSM Award.

Tahun ini, GSMS mengangkat tema yang sangat strategis yakni, "Navigasi Komunikasi Pemerintah: Tetap Terpercaya di Tengah Era Fragmentasi Media."

Perwakilan Dewan Pembina GSM, Karina Kusumawardani menjelaskan, lanskap informasi saat ini telah berubah secara fundamental. Era fragmentasi media menuntut instansi pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam menjaga konsistensi pesan di tengah menjamurnya berbagai kanal baru.

"Kanal informasi saat ini tidak hanya diisi oleh media mainstream atau platform media sosial arus utama, tetapi juga oleh kehadiran homeless media (media berbasis komunitas digital tanpa situs web resmi). Hal ini mengubah cara masyarakat dalam mengakses, mengonsumsi, hingga mempercayai sebuah informasi," jelasnya.

Merespons dinamika yang ada, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui fungsi Humas berkomitmen untuk beralih dari produksi konten rutin menuju strategi komunikasi publik berbasis data (data-driven communication) yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini diwujudkan dengan mengintegrasikan narasi ke berbagai media sosial resmi lewat adaptasi format konten, seperti infografis, video pendek, dan teks sesuai karakteristik audiens. 

Kehadiran dalam forum nasional ini pun menjadi momentum strategis bagi Humas Pemkab Bogor untuk menyerap best practices dan memperluas kolaborasi, guna menciptakan ruang digital yang bebas disinformasi dan responsif terhadap pelayanan publik.

Sementara itu, Fachrudin Ali Ahmad, Ketua Ikatan Pranata Humas (IPRAHUMAS) Indonesia, yang hadir memberikan keynote speech, mengajak seluruh pranata humas untuk melakukan refleksi internal.

"Selama ini kita sering menyalahkan faktor eksternal ketika terjadi persoalan komunikasi, seperti hoaks dan rendahnya literasi masyarakat. Namun jika kita refleksikan, tantangan utama justru sering kali berasal dari dalam yakni, belum terintegrasinya komunikasi, belum adanya keseragaman pesan, serta kebiasaan membuat satu jenis konten untuk seluruh kanal media sosial," tegas Ali.

Ali memaparkan peluang besar, di mana saat ini lebih dari 180 juta masyarakat Indonesia aktif bermedia sosial dan 200 juta lebih telah terkoneksi internet. Untuk mengoptimalkannya, ia membagikan beberapa poin strategi utama bagi humas pemerintah meliputi, Komunikasi Berbasis Data, yang berarti memanfaatkan perangkat analisis seperti Google Trends, Google News, dan social listening tools agar konten yang diproduksi menjawab kebutuhan riil masyarakat. 

Pemberdayaan ASN sebagai Komunikator Publik, di mana mengedukasi seluruh ASN agar memiliki pemahaman yang sama terhadap kebijakan pemerintah, sehingga mereka dapat menjadi agen penyampai informasi langsung di lingkungannya, serta Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu penyusunan naskah, pembuatan desain, hingga pengolahan data secara cepat dan efektif, dengan tetap mempertahankan kreativitas serta akurasi konteks dari sisi manusianya.

Di mana, pada akhirnya, tugas seorang humas bukan hanya membuat konten, tetapi membangun strategi komunikasi yang mampu menjangkau masyarakat secara tepat, mudah dipahami, dan memberikan dampak positif. (nps – ed.swa)