Cibinong, Kompim – Yudi Santosa, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menegaskan pentingnya mengubah pola pikir ASN agar tidak menjebak diri dalam rutinitas kerja yang biasa-biasa saja. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Pagi Lingkup Setda Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (12/10/2026).

Yudi mengingatkan, agar setiap pekerjaan yang diampu selalu dipandang dengan sudut pandang baru yang melahirkan nilai tambah, komitmen, serta inovasi pelayanan.

"Jangan pernah menganggap pekerjaan sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja. Ketika kita melakukan pekerjaan rutin, kerap ada kecenderungan menganggapnya biasa sehingga ide dan rencananya cenderung itu-itu saja. Mari kita pandang setiap pekerjaan sebagai sesuatu yang selalu baru. Dengan begitu, kita akan tetap fokus, inovatif, dan kreatif," tegas Yudi.

Lebih lanjut, Yudi menekankan arahan Bupati Bogor terkait pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun Kabupaten Bogor. Menurutnya, Setda harus memposisikan diri sebagai motor koordinasi yang proaktif, bukan pasif menunggu instruksi.

"Membangun Kabupaten Bogor tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua orang saja, tetapi harus bersama-sama. Sekretariat Daerah sebagai motor koordinasi Perangkat Daerah harus benar-benar aktif, jangan selalu menunggu diminta," ujar Yudi.

Ia menambahkan, evaluasi, kebersamaan, dan perbaikan data secara simultan merupakan kunci agar seluruh program pembangunan daerah berjalan presisi serta akuntabel.

Di samping optimalisasi tugas internal, Yudi juga mendorong ASN untuk memiliki pemikiran out of the box dalam merespons dinamika sosial, serta perkembangan media sosial yang pesat saat ini. ASN diimbau aktif menjadi agen publikasi program-program strategis Pemkab Bogor.

"Masyarakat harus mendapatkan informasi yang utuh mengenai apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor, mulai dari pembangunan di wilayah Bogor Barat seperti program Sekolah Rakyat hingga pembangunan di wilayah Timur. Gunakan media sosial yang kita miliki, baik secara pribadi maupun kedinasan, untuk menyebarkan informasi yang benar, lengkap, dan positif," tuturnya.

Langkah tersebut dinilai sangat krusial untuk mencegah berkembangnya disinformasi atau persepsi yang sepotong-sepotong di tengah masyarakat.

"Fokus utama kita adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mari kita bersama-sama menyampaikan capaian pembangunan daerah secara utuh agar masyarakat mengetahui secara transparan penggunaan anggaran dan sumber daya yang kita kelola," pungkas Yudi. (nps– ed.swa).