Cibinong, Kompim - Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, meminta Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bogor memperkuat peran organisasi melalui program yang berdampak nyata bagi anggota, keluarga, hingga masyarakat. Ajat menegaskan bahwa DWP bukanlah sekadar wadah pengisi waktu luang, melainkan mitra strategis dalam mendukung kinerja suami dan pembangunan daerah.
“DWP itu bukan organisasi yang hanya sekadar mengisi waktu luang. Aktif di DWP itu tentunya diharapkan banyak sekali manfaat terhadap diri sendiri, terhadap keluarga dan tentunya terhadap kinerja suami,” ujar Ajat.
Untuk memperkuat peran tersebut, Ajat mengarahkan pengurus agar menyusun program dengan memperhatikan empat area utama, yakni pembinaan organisasi, anggota, keluarga, serta tugas suami. Menurutnya, pengurus perlu memperluas perhatian hingga unit DWP di tingkat perangkat daerah dan kecamatan, serta memastikan program tidak hanya berorientasi pada kepengurusan.
Ajat juga menekankan pentingnya sinkronisasi program dengan tiga pilar DWP, yaitu pendidikan, ekonomi, serta sosial dan budaya. Program tersebut perlu diterjemahkan secara kontekstual sesuai kebutuhan anggota dan lingkungan kerja suami, sehingga DWP dapat menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang mendukung penguatan keluarga sekaligus masyarakat.
Selain penguatan internal, Ajat mengajak DWP membangun kolaborasi dengan organisasi dan unsur lain, termasuk Tim Penggerak PKK serta Ikatan Keluarga Anggota DPRD. Menurutnya, kolaborasi perlu mulai dibangun sejak proses perencanaan agar program yang disusun dapat selaras dengan agenda pembangunan dan penganggaran daerah, sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Sebagai informasi, rapat Kerja DWP Kabupaten Bogor Tahun 2026 diikuti sekitar 196 peserta yang terdiri atas pengurus DWP Kabupaten Bogor serta ketua dan sekretaris unit DWP perangkat daerah dan kecamatan se-Kabupaten Bogor. (ra– ed.swa)