Cibinong, Kompim – Sigit Wibowo, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraan Rakyat, menegaskan kembali pentingnya penguatan fungsi koordinasi di jajaran Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel pagi lingkup Setda Kabupaten Bogor, Senin (21/9/2026).

Ia mengingatkan agar Setda mampu menjadi pusat informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan bagi pimpinan. Ia meminta setiap aparatur tidak pasif dan siap menyajikan data secara cepat ketika dibutuhkan.

"Fungsi kita di Sekretariat Daerah adalah fungsi koordinasi. Jangan sampai dalam kondisi tertentu justru kita yang bertanya ketika pimpinan membutuhkan informasi. Kita harus menjadi salah satu sumber informasi terakhir bagi pimpinan yang datanya valid," ujar Sigit.

Ia menekankan peran Kepala Bagian di bawah arahan para Asisten untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan pimpinan, terutama agenda Bupati Bogor, berjalan optimal dengan keterlibatan aktif bagian terkait. Selain itu, fungsi koordinasi ini juga mencakup pemantauan kondisi di tingkat kecamatan agar setiap dinamika wilayah terhimpun secara berjenjang sebelum dilaporkan sebagai bahan pengambilan kebijakan.

Menanggapi maraknya isu dan opini di media sosial, Sigit mengimbau para pegawai agar tidak menghabiskan energi untuk merespons atau membalas setiap pemberitaan negatif secara berlebihan. Menurutnya, jawaban terbaik atas berbagai spekulasi publik adalah dengan konsistensi kerja dan pembuktian capaian kinerja secara nyata.

"Kalau ada informasi atau pemberitaan yang belum tentu benar, tidak perlu kita counter satu per satu. Yang lebih penting adalah memperlihatkan bahwa sampai hari ini kita tetap bekerja. Perlihatkan capaian kinerja kita, sejauh mana pekerjaan berjalan, dan apa saja yang sudah dilakukan," jelasnya.

Sigit menambahkan, di era teknologi saat ini, publikasi kerja sewajarnya memang diperlukan agar masyarakat mengetahui kerja keras pemerintah daerah, namun tetap harus mengedepankan substansi ketimbang formalitas semata.

"Bukan untuk berlebihan, tetapi kalau memang dituntut informasi mengenai apa yang kita kerjakan, tampilkan secara sewajarnya. Jangan sampai hanya demi konten, segala hal difoto atau divideokan tanpa melihat substansi pekerjaannya," tutup Sigit. (nps– ed.swa).