Sukaraja, Kompim - Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, menegaskan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan sekolah saat memimpin upacara bendera dalam rangka pelaksanaan Program "Kami Mendengar" di SDN Cantang Jaya, Kecamatan Sukaraja, pada Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi instrumen strategis pemda untuk menyerap aspirasi pendidikan secara langsung.

“Peningkatan sumber daya manusia itu bukan hanya tanggung jawab ibu kepala sekolah, bukan hanya tanggung jawab bapak guru dan ibu guru, bukan hanya tanggung jawab dari orang tua, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Ajat.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah ke sekolah-sekolah juga bertujuan membuka ruang dialog agar berbagai harapan dan kendala yang dihadapi siswa dapat diketahui secara langsung.

“Oleh karena itu kami hadir di sini, ingin mendengar apa kira-kira harapan, apa kira-kira masalah, apa yang membuat hambatan menjadi orang hebat di SD ini,” ujarnya.

Kepada para siswa, Sekda memberikan pesan motivasi agar berani memiliki cita-cita tinggi sejak dini sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

“Jangan minder, jangan mau dipengaruhi orang untuk berbuat tidak baik. Mulai hari ini, tulis cita-cita kalian dan kejar dengan sungguh-sungguh,” pesannya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Karena harapan kita, Indonesia bukan tergantung kepada kita yang sudah sepuh-sepuh ini, tapi tergantung kepada adik-adik semua, anak-anakku tercinta,” kata Ajat.

Selain itu, melalui Program Kami Mendengar, Pemerintah Kabupaten Bogor turut memastikan pelaksanaan program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik. Pemerintah membuka ruang evaluasi dari siswa dan sekolah agar program tersebut semakin optimal dalam mendukung kesehatan dan kesiapan belajar.

Melalui penguatan Program Kami Mendengar, Sekretaris Daerah memastikan Pemerintah Kabupaten Bogor terus hadir secara aktif dalam mendukung dunia pendidikan. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih responsif guna menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (ra – ed.swa)