Cibinong, Kompim –  Pembentukan Tim Koordinasi Daerah (TIKORDA) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta Penyakit Infeksius Baru (PIB) diharapkan menjadi wadah integrasi yang mempertemukan berbagai sumber daya dan keahlian dalam satu kerangka kerja yang terpadu.

Hal tersebut ditegaskan oleh Yudi Santosa, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bogor, saat mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Pertemuan Pembentukan TIKORDA Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis serta PIB Kabupaten Bogor, yang berlangsung di Gedung Serbaguna I, Cibinong, Kamis (29/10/2026).

“Zoonosis dan penyakit infeksius baru merupakan isu yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara lintas sektor dan lintas disiplin. Penanganannya tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan manusia atau sektor kesehatan hewan saja, karena terdapat keterkaitan yang erat dengan kesehatan hewan, lingkungan, kebencanaan, pemerintahan, kewilayahan, serta berbagai sektor lainnya,” ujar Yudi.

Agenda strategis ini dilaksanakan dalam rangka penguatan kesiapsiagaan daerah sekaligus menindaklanjuti hasil audiensi bersama Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan melalui program Strengthening Infectious Disease Detection Systems – Global Health Security (STRIDES-GHS) yang didukung oleh U.S. Department of State (U.S. DoS).

Pemerintah Kabupaten Bogor menyambut baik dukungan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kehutanan, Kemenko PMK, Kementerian Dalam Negeri, serta mitra pembangunan agar program tersebut tidak sebatas administratif, melainkan memperkuat sistem deteksi dini dan pengendalian di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga menginstruksikan agar alur koordinasi tidak berhenti pada tingkatan kebijakan semata, melainkan menjangkau hingga ke akar rumput.

“Saya minta agar koordinasi tidak berhenti pada tingkat kebijakan, tetapi dapat diterjemahkan dalam pembagian peran yang jelas, mekanisme komunikasi yang efektif, serta tindak lanjut yang dapat dilaksanakan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, sampai dengan tingkat kecamatan dan desa, tidak hanya di tingkat kabupaten,” tegas Yudi.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penerapan pendekatan One Health yang memandang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan. 

Melalui sinergi lintas sektor, masyarakat diharapkan mendapat perlindungan maksimal melalui kesiapsiagaan daerah, sistem surveilans terpadu, dan pelaporan data secara real-time.

Pemkab Bogor berharap pertemuan ini menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret untuk segera dilaksanakan oleh perangkat daerah terkait, sehingga kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor semakin tangguh dalam menghadapi berbagai potensi ancaman kesehatan masyarakat. (nps-ed.swa)