Jonggol, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, resmi memacu perputaran ekonomi warga dan mempercepat akselerasi kawasan Bogor Timur sebagai pusat pertumbuhan baru lewat pengoperasian Pasar Hewan Jonggol, Kamis (6/8/2026). Peresmian yang dilakukan bersama Ade Ruhandi, Wakil Bupati ini ditujukan untuk memberikan dampak ekonomi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Rudy menegaskan bahwa pembangunan daerah kini difokuskan pada hasil konkret di lapangan. "Pembangunan tidak boleh berhenti pada penyediaan pusat pemerintahan saja, tetapi harus menghadirkan fasilitas riil yang langsung menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan warga," tegasnya.

Pembangunan Pasar Hewan Jonggol merupakan bagian dari peta jalan infrastruktur Pemkab Bogor yang bergulir sejak 2025. Salah satu proyek krusial yang tengah dikejar adalah pembangunan jalan tembus sepanjang 10 km dari Jalan Transyogi menuju Desa Sukaresmi, yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Akses baru ini diproyeksikan menjadi urat nadi konektivitas menuju calon Ibu Kota Bogor Timur sekaligus mengukuhkan kawasan tersebut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah timur, Pemkab Bogor juga memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat. Rudy mengapresiasi dukungan kebijakan pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, salah satunya untuk pembangunan ruas jalan Citeureup–Sukamakmur.

Menurutnya, integrasi antara konektivitas, infrastruktur ekonomi, dan pengembangan kawasan strategis merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem pertumbuhan baru yang berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

Secara khusus, Rudy mendorong agar Pasar Hewan Jonggol tak sekadar menjadi tempat jual beli ternak, melainkan berkembang menjadi ekosistem ekonomi terpadu yang memberi dampak langsung bagi peternak dan pelaku usaha.

Ia menginstruksikan jajarannya untuk terus melengkapi fasilitas pendukung, mulai dari area penginapan ternak bagi pedagang luar daerah, hingga ruang tumbuh bagi UMKM lokal.

"Pastikan peternaknya ada tempat istirahat. Pastikan pelaku UMKM-nya ikut berkolaborasi—ada tempat makan, ada tempat ngopi," tegas Rudy.

Momentum peresmian ini menjadi pijakan Pemkab Bogor dalam memperkuat sektor peternakan daerah. Berkapasitas perdagangan hingga ratusan ekor ternak per minggu, pasar ini dilengkapi fasilitas area transaksi, pemeriksaan kesehatan hewan, hingga hotel hewan. Kehadiran sarana komprehensif ini diharapkan mampu memperbaiki tata niaga, mendongkrak produktivitas, serta memberikan pelayanan yang lebih layak.

Di akhir penyampaiannya, Rudy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengawal pembangunan daerah.

"Membangun Bogor tidak bisa sendirian, butuh dukungan dari semua pihak," ujarnya.

Ke depan, Pemkab Bogor berkomitmen menyelaraskan pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber daya manusia agar fondasi ekonomi di Bogor Timur makin kokoh dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (ra– ed.swa)