Cibinong, Kompim - Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan kepedulian lingkungan dalam kegiatan Pesantren Ekologi Takzim (Tadabur Alam, Kepedulian, Zikir, Ikhsan, dan Mulia), yang diselenggarakan SMAN 2 Cibinong di Masjid Nurul Wathon, pada Selasa (3/3/2026).
Kehadiran Sekda sebagai narasumber menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membina generasi muda yang religius, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat, Cucu Salman, Kepala SMAN 2 Cibinong Elis Nurhayati, Ketua Komite Sekolah Ani Ferdiyanti, Pembina OSIS Raharjo, serta para guru pendamping.
Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan pendidikan ini memperkuat kolaborasi dalam membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Bogor.
Dalam arahannya, Ajat menekankan bahwa investasi terbesar daerah adalah pembangunan sumber daya manusia, di mana karakter memegang peranan lebih krusial dibandingkan kecerdasan intelektual. "Pengetahuan itu penting, namun 80% kesuksesan ditentukan oleh sikap dan akhlak," tegasnya. Beliau pun mengajak para siswa untuk bijak menghadapi tantangan era digital dengan memperkuat nilai spiritual, kedisiplinan, serta penghormatan kepada orang tua dan guru sebagai fondasi masa depan. Komitmen ini sejalan dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memeratakan akses pendidikan tinggi dan beasiswa guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Ajat turut menyoroti tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor, seraya mendorong pelajar menjadi agen perubahan melalui aksi nyata memilah sampah dan menanam pohon. Langkah ini selaras dengan upaya Pemkab Bogor yang terus mengakselerasi pembentukan hutan kota demi menjaga keseimbangan ekologi di wilayah hulu. Menutup kegiatannya, Sekda berharap Pesantren Ekologi Takzim mampu mencetak generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki kepedulian lingkungan yang kuat, didukung oleh sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan dunia pendidikan. (ra – ed.swa).