Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bogor. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan kondusivitas wilayah, tetapi juga mengakselerasi pembangunan daerah serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal tersebut ditegaskannya dalam acara Pisah Sambut dan Estafet Kepemimpinan Kapolres Bogor dari AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si. kepada AKBP Arfan Zulkan Sipayung, S.H., S.I.K., M.A.P., yang berlangsung di Aula Santika Satyawada Polres Bogor, Cibinong, Kamis (22/10/2026) malam.

Atas nama Pemkab Bogor, seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan masyarakat Kabupaten Bogor, Rudy menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi AKBP Wikha selama 1 tahun 3 bulan memimpin Polres Bogor.

"Atas nama Pemkab Bogor dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak AKBP Wikha Ardilestanto beserta keluarga. Selama satu tahun tiga bulan, beliau telah tulus melayani masyarakat serta menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Bogor yang merupakan salah satu kabupaten terbesar di Indonesia. Bukan hanya menjaga keamanan, beliau juga aktif membantu percepatan pembangunan daerah," tutur Rudy.

Rudy menilai Kabupaten Bogor selalu meninggalkan kesan dan kenangan emosional yang mendalam bagi siapa saja yang pernah mengabdi di Bumi Tegar Beriman.

"Siapa pun yang bertugas dan akhirnya berpisah dari Kabupaten Bogor pasti meneteskan air mata haru. Ini membuktikan bahwa Bogor adalah tempat yang sangat berkesan dalam perjalanan hidup. Kami berdoa agar Bapak AKBP Wikha sukses di tempat tugas yang baru dan kita dipertemukan kembali dalam situasi yang jauh lebih baik," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rudy menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Kapolres Bogor yang baru, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, beserta istri. Rudy memaparkan gambaran geografi dan demografi Kabupaten Bogor yang terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, 19 kelurahan, dengan populasi mencapai lebih dari 6,1 juta jiwa.

Ia menyoroti tantangan pemenuhan pelayanan keamanan, di mana dari 40 kecamatan yang ada, saat ini baru terbangun 32 Polsek dan 27 Koramil.

"Maka tugas kita adalah berkolaborasi antara Pemkab Bogor dan Polres Bogor untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi 6,1 juta penduduk. Kami berharap ke depan jika ada pengembangan organisasi di tubuh TNI dan Polri, Polsek serta Koramil dapat berdiri di seluruh 40 kecamatan agar sebaran personel pengayom masyarakat bisa semakin optimal," jelasnya.

Ia juga berharap program-program sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bertajuk Rumah ASRI yang digagas sebelumnya dapat terus dilanjutkan dan diperluas.

Guna menjawab instruksi Presiden Republik Indonesia terkait percepatan pembangunan daerah dan penguatan kondusivitas, Rudy mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari organisasi kemasyarakatan, pengemudi ojek online, tokoh agama, hingga ulama untuk bahu-membahu menciptakan suasana yang sejuk dan damai.

Mengutip pesan inspiratif dari Presiden Prabowo Subianto, Rudy mengingatkan pentingnya kerja keras di usia muda demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Saya teringat pesan Pak Prabowo Subianto pada tahun 2012: 'Kalau kamu mau sukses, habiskan air matamu di usia muda. Jangan pernah kamu menangisi hidupmu di usia senjamu.' Pesan ini menjadi pelecut semangat kita sebagai pelayan masyarakat," tegasnya.

Di akhir, Rudy menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kabupaten Bogor tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja, melainkan melalui semangat kebhinekaan.

"Bogor tidak bisa dibangun oleh satu orang, satu suku, atau satu agama saja. Bogor harus dibangun atas dasar kebhinekaan dan oleh orang-orang yang tulus sayang serta cinta terhadap Kabupaten Bogor. Mari kita saling melengkapi dan terus melayani masyarakat bersama-sama," pungkas Rudy. (nps– ed.swa).