Babakan Madang, Kompim - Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) V BPC HIPMI Kabupaten Bogor di Hotel Lorin Sentul, Sabtu (18/7/2026). Mewakili Bupati Bogor, Sekda menegaskan bahwa momentum ini sangat krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pengusaha muda dalam mendorong investasi, kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Kita tidak bisa mengandalkan kemampuan pemerintah, tetapi kita harus bisa mengandalkan kolaborasi. Beliau ingin mengembalikan marwah Indonesia, yaitu gotong royong," ujar Ajat saat menyampaikan pesan Bupati Bogor di hadapan peserta Muscab.

Ajat menjelaskan, keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi alasan pentingnya membangun kolaborasi dengan dunia usaha. Ia mengungkapkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor hanya menjadi sebagian kecil penggerak ekonomi dibandingkan keseluruhan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, peran pelaku usaha, termasuk HIPMI, sangat dibutuhkan untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

"APBD kita itu hanya sekitar tiga persen dari PDRB Kabupaten Bogor. Artinya, 97 persen yang menggerakkan ekonomi adalah Bapak-Ibu sekalian yang hadir di sini. Oleh karena itu saya berharap HIPMI bisa berperan lebih jauh bagaimana meningkatkan pendapatan dan bersama-sama mencapai target pembangunan Kabupaten Bogor," katanya.

Sekda menekankan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama pembangunan daerah yang inklusif. Senada dengan hal itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat, Radityo Egi Pratama, turut mengapresiasi iklim kolaborasi di Kabupaten Bogor dan mengimbau pengurus HIPMI untuk menyelaraskan program kerja dengan visi Pemkab Bogor.

Lewat gelaran Muscab V BPC HIPMI Kabupaten Bogor ini, lahirnya kepengurusan baru diharapkan mampu mencetak wirausaha muda yang inovatif dan adaptif. Kolaborasi erat ini menjadi tumpuan utama dalam mempercepat roda ekonomi menuju Bogor Istimewa yang maju dan berkelanjutan. (ra – ed.swa)