Nanggung, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan bahwa prosesi penjemputan bendera pusaka, simbol negara,  di Rumah Sejarah, eks Kantor Bupati masa Revolusi Fisik, pada Minggu (9/8/2026) menjadi momentum kebersamaan untuk merajut berbagai perbedaan di Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan yang penuh nilai historis tersebut, Rudy menyampaikan bahwa Rumah Sejarah di Kecamatan Nanggung tersebut merupakan saksi bisu berdirinya Kabupaten Bogor, yang menjadi simbol perjuangan bangsa. Penjemputan bendera ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, tingkat Kabupaten Bogor.

“Walaupun hanya secarik kain berwarna merah dan putih, bendera tersebut merupakan bendera pertama dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia yang dikirimkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada tahun 1948,” ujar Rudy.

Ia mengingatkan bahwa tiga tahun setelah kemerdekaan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, Indonesia masih berada dalam masa revolusi dan terus dihantam peperangan hebat di berbagai daerah, termasuk pertempuran sejarah 10 November.

Bagi Rudy, prosesi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol mengobarkan kembali jiwa patriotisme.

“Ketika satu bendera kita jemput, sesungguhnya kita sedang menjemput kembali semangat perjuangan dan keikhlasan para pahlawan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Kita sebagai penerusnya wajib turut serta bersama-sama mengisi kemerdekaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap momen bersejarah ini dapat mempererat tali silaturahmi seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bogor. Mengutip amanat para pendahulu, Rudy menekankan bahwa persatuan adalah benteng pertahanan terakhir bangsa kita adalah persatuan dan musuh utama bangsa kita adalah perpecahan.

“Mari kita bersatu, menyatukan segala perbedaan dan kekuatan untuk membangun Bogor serta bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Di akhir, Rudy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengobarkan kembali semangat kemerdekaan saat bendera pusaka tersebut diboyong menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kita jemput semangat para pejuang yang tertuang dalam bendera pusaka ini. Mari kita keluarkan semangat kemerdekaan bersama-sama,” tutupnya. (nps– ed.swa)