Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengawal total percepatan pembangunan Bendungan Cibeet dan Cijurey. Tak hanya itu, Pemkab Bogor juga tengah mendorong agar Bendungan Cibeet resmi ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Komitmen ini disampaikan Rudy dalam rapat Ekspose Progres Pembangunan Bendungan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum di Pendopo Bupati, Jumat (17/7/2026). Untuk mengejar target, Rudy menyatakan pihaknya siap membereskan segala urusan yang menjadi ranah daerah—mulai dari akselerasi administrasi, pembebasan lahan, hibah aset, hingga relokasi fasilitas umum melalui sinergi yang solid dengan pemerintah pusat.
"Kami siap mendukung dan seluruh tahapan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bogor akan kami persiapkan bersama-sama. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar percepatan pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey dapat berjalan sesuai target," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Ghoni Majdi Kepala BBWS Citarum, menyampaikan perkembangan pembangunan kedua bendungan. Ia menjelaskan bahwa Bendungan Cibeet merupakan proyek strategis penyediaan sumber daya air yang memiliki manfaat dalam pengendalian banjir, penyediaan air baku, irigasi pertanian, hingga potensi pengembangan energi baru terbarukan.
Hingga saat ini, pembangunan Bendungan Cibeet telah mencapai progres fisik sebesar 10,96 persen dengan progres keuangan 8,25 persen dan ditargetkan selesai pada Juli 2028. Namun demikian, proses pembangunan masih menghadapi tantangan berupa pembebasan lahan seluas sekitar 1.700 hektare atau 6.467 bidang, termasuk adanya penolakan masyarakat di Kampung Leuwianjing.
Bendungan tersebut juga direncanakan memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung sebesar 149 MW serta menyediakan air baku bagi Kabupaten Bogor, Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, hingga kawasan industri.
Sementara itu, pembangunan Bendungan Cijurey menunjukkan progres yang cukup signifikan. Pembebasan lahan telah mencapai sekitar 98 persen dengan progres fisik sebesar 37,87 persen.
Pihak BBWS Citarum berharap Pemkab Bogor dapat terus memberikan dukungan dalam percepatan pembebasan lahan, relokasi fasilitas umum, penanganan tanah dengan karakteristik khusus, penyediaan aset pengganti, serta mendorong penetapan Bendungan Cibeet sebagai Proyek Strategis Nasional.
Menanggapi hal tersebut, Rudy menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi seluruh proses yang menjadi kewenangan daerah. Ia juga siap mendukung relokasi sekolah, tempat ibadah, makam, serta berbagai fasilitas umum yang terdampak pembangunan dengan tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Rudy memastikan aset milik Pemkab Bogor yang terdampak akan diproses sesuai ketentuan. Apabila terdapat sekolah yang harus direlokasi, proses administrasi dan hibah akan dipercepat sehingga pembangunan sekolah pengganti dapat dilakukan sejak awal.
"Jangan sampai ketika bendungan mulai diisi air, sekolah yang lama sudah terdampak, sementara sekolah penggantinya belum selesai dibangun. Karena itu seluruh proses administrasi harus dimulai dari sekarang agar berjalan bersamaan," tegasnya.
Selain aset pemerintah daerah, Pemkab Bogor juga akan memfasilitasi penyelesaian aset milik pemerintah desa yang terdampak proyek. Rudy menilai waktu menuju target penyelesaian pembangunan pada tahun 2027 relatif singkat sehingga seluruh proses administrasi harus dilakukan secara simultan agar tidak menghambat pelaksanaan pembangunan.
Menurutnya, keberadaan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey tidak hanya memberikan manfaat dalam pengendalian banjir dan penyediaan irigasi bagi wilayah hilir, tetapi juga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata, perikanan, serta peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bogor.
"Kita membangun bangsa bukan hanya untuk kepentingan satu daerah. Ada saatnya kita harus berkontribusi demi kepentingan nasional. Walaupun manfaat langsungnya tidak seluruhnya dirasakan Kabupaten Bogor, kami tetap mendukung karena manfaat lainnya juga besar bagi masyarakat," ungkapnya.
Menutup rapat, Rudy menginstruksikan BBWS Citarum bersama Pemkab Bogor segera melakukan survei lapangan bersama untuk mengidentifikasi titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling berat sehingga dapat segera ditangani sebagai prioritas. Ia berharap kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. (nps – ed.swa)