Cibinong, Kompim – Ade Ruhandi, Wakil Bupati Bogor, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus menekan angka pengangguran melalui investasi pendidikan dan penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

Itu tersebut disampaikannya saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Gedung Rektorat Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara (ITB Vinus) Bogor di Cibinong, Kamis (24/9/2026), dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan bahwa penekanan angka putus sekolah menjadi fokus utama yang diselaraskan dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi.

"Investasi terbaik hari ini adalah investasi pada sumber daya manusia. Langkah yang dilakukan Visi Nusantara sangat tepat. Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya terjalin dengan pemkab, tetapi juga terintegrasi dengan seluruh kampus dan sekolah di Kabupaten Bogor," ujar Ade.

Senada dengan hal tersebut, Herman Suryatman, Sekda Provinsi Jawa Barat, menyoroti tantangan sosial-ekonomi yang masih dihadapi wilayah setempat. Saat ini, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bogor berada di angka 7,69% dan angka kemiskinan 6,25%. Sementara di tingkat provinsi, pengangguran berada di angka 6,61% dan kemiskinan 6,54%.

"Gubernur berkomitmen bersama para kepala daerah untuk menekan angka tersebut. Karena itu, ITB Vinus harus mengambil peran di depan," imbau Herman.

Herman menambahkan bahwa pendidikan di bumi Tegar Beriman memegang akar sejarah dan budaya Sunda yang kuat sejak era Prabu Guru Dewata Prana Sri Baduga Maharaja. Pembangunan fisik gedung rektorat ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan dari tingkat lokal hingga nasional.

Sementara itu, Yusfitriadi, Ketua Yayasan ITB Vinus Bogor, memaparkan tiga fenomena kritis dunia perguruan tinggi saat ini. Perguruan tinggi kerap berkontribusi pada angka pengangguran, lulusan asal desa enggan kembali melestarikan desanya setelah lulus, di mana hanya sekitar 20 persen lulusan yang benar-benar mandiri, sementara sisanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja yang sangat terbatas (rasio persaingan mencapai 1:1000). 

Sebagai solusinya, ITB Vinus mengusung strategi non-populis dengan mendirikan kampus langsung di desa-desa dan mengikat mahasiswa agar kembali membangun daerah asalnya.

"Semua mahasiswa direkomendasikan dari desa dan diikat untuk kembali berdaya di desa. Kami tidak menempuh jalur populis, melainkan datang ke desa-desa untuk membangun ekosistem pendidikan yang benar-benar memberikan dampak nyata," pungkas Yusfitriadi.

Sementara itu, Daniel Zuchron, Rektor ITB Vinus Bogor, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu Pemkab Bogor menghadapi tantangan populasi besar dan membawa indikator IPM Kabupaten Bogor naik ke jajaran atas.

Peletakan batu pertama ini, diharapkan, tidak hanya membangun gedung rektorat secara fisik, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pendidikan Kabupaten Bogor, ekosistem pendidikan Jawa Barat, bahkan ekosistem pendidikan nasional. (nps– ed.swa).