Cibinong, Kompim - Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tetap berkomitmen menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), meski daerahnya sendiri tengah berjuang mengatasi krisis kekeringan. Penegasan tersebut disampaikannya saat melepas bantuan kemanusiaan Gerakan Kabupaten Bogor Peduli di Kantor BPBD Kabupaten Bogor, Rabu (2/9/2026).
Menurut Rudy, penanganan kekeringan di wilayah Bogor, khususnya pasokan air bersih, terus berjalan secara intensif. Namun, musibah lokal tersebut tidak menyurutkan empati Pemkab Bogor untuk hadir dan meringankan beban sesama di daerah lain.
“Kita memberikan bantuan tidak dalam kondisi Bogor yang baik-baik saja. Bogor pun juga sedang dilanda bencana yang sama, bencana kekeringan. Tapi pada saat kita pun menghadapi bencana yang sama, kita tidak berfokus pada diri kita sendiri. Masyarakat kita urus dan wilayah lain juga saudara kita,” ujar Rudy.
Melalui Gerakan Kabupaten Bogor Peduli, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama PMI, perangkat daerah, dunia usaha, pelaku UMKM, dan masyarakat menghimpun bantuan untuk korban bencana di NTT. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan bahan pokok, perlengkapan bayi, kebutuhan pribadi, hingga kebutuhan anak-anak.
Rudy menjelaskan, bantuan yang dikirimkan telah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Sebelum bantuan disiapkan, BPBD dan PMI Kabupaten Bogor terlebih dahulu berkomunikasi dengan BNPB dan BPBD di wilayah NTT untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan di lapangan.
“Kebutuhan-kebutuhan tersebut yang diberangkatkan hari ini adalah berdasarkan yang diminta dan yang dibutuhkan oleh korban bencana yang terdampak di Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.
Berdasarkan data BNPB, gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi pada 15 Agustus 2026 di sebelah utara Kabupaten Nagekeo dan berdampak terhadap sejumlah wilayah di NTT dan NTB. Bencana tersebut mengakibatkan 127 orang meninggal dunia, 1.668 orang mengalami luka atau sakit, serta 181.354 jiwa mengungsi. Gempa juga menyebabkan kerusakan pada puluhan ribu rumah dan berbagai fasilitas publik.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Pemkab Bogor juga menyalurkan boneka dan mainan produksi UMKM lokal untuk membantu pemulihan trauma (trauma healing) anak-anak korban bencana di NTT. “Hal kecil ini berdampak besar bagi anak-anak terdampak,” ujar Rudy.
Pada tahap pertama, Gerakan Kabupaten Bogor Peduli menyalurkan dana Rp500 juta yang dihimpun PMI Kabupaten Bogor untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. Guna memastikan kelancaran distribusi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, PMI, Dinas Kesehatan, dan perwakilan media asal Manggarai Barat diberangkatkan langsung ke lokasi.
Bantuan diterbangkan menggunakan pesawat angkut BNPB dari Bandara Halim Perdanakusuma yang dijadwalkan berangkat Rabu malam atau Kamis. Atas dukungan tersebut, Rudy menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI dan BNPB.
Sementara itu, penanganan kekeringan di Kabupaten Bogor tetap berjalan intensif. Selain distribusi air bersih harian, Pemkab Bogor menyiapkan solusi jangka panjang seperti pembangunan toren desa, pemetaan mata air potensial, dan pembuatan penampungan air.
Rudy menegaskan aksi kemanusiaan ini, seperti bantuan yang sebelumnya disalurkan PMI ke Aceh maupun wilayah Bogor sendiri, merupakan wujud nyata semangat gotong royong antardaerah. (ra.ed-swa)