Cibinong, Kompim - Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menerima audiensi Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bogor di Pendopo Bupati, Kamis (30/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi lintas organisasi, termasuk Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Ikatan Keluarga Istri Anggota (IKIA), guna memastikan arah pembangunan berbasis keluarga dapat menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa.
 
Rudy menegaskan pentingnya posisi TP PKK sebagai mitra strategis pemerintah dengan jaringan yang menjangkau hingga tingkat RT dan RW. Karena itu, ia meminta setiap kebijakan yang dirancang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan Kabupaten Bogor secara menyeluruh.  
 
"PKK Kabupaten Bogor ini organisasi yang sangat besar. Jaringannya sampai ke tingkat desa, RW, bahkan RT. Maka dari itu, kebijakan yang dibuat harus benar-benar berdampak dan ikut membangun Kabupaten Bogor," tegasnya.
 
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga independensi organisasi dari kepentingan politik. Menurutnya, seluruh organisasi kemasyarakatan harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
 
"Jangan diberikan warna apa pun kecuali warnanya, warna Pemerintah Kabupaten Bogor," ujar Rudy.
 
Untuk memperkuat kolaborasi tersebut, Rudy meminta TP PKK membangun sinergi dengan dua organisasi besar lainnya, yakni Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Ikatan Keluarga Istri Anggota (IKIA). Ketiga organisasi tersebut diharapkan menjadi penghubung pemerintah dengan masyarakat dalam mendukung berbagai program prioritas, seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi, penanganan stunting, perbaikan rumah tidak layak huni, pemberdayaan ekonomi keluarga, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan desa wisata dan kampung budaya.
 
"Kami meminta Tim Penggerak PKK berkolaborasi terlebih dahulu dengan tiga organisasi besar di Kabupaten Bogor, yaitu internal jajaran TP PKK, DWP, dan IKIA," ujar Rudy.
 
Menanggapi arahan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, menyatakan bahwa kolaborasi dengan DWP dan IKIA sudah mulai berjalan dan akan terus diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Selain itu, TP PKK juga tengah menyiapkan situs web resmi sebagai sarana pelaporan kegiatan sekaligus media komunikasi publik – termasuk untuk penandaan stunting dan isu sosial lainnya.
 
Menutup arahannya, Bupati Rudy mendorong agar sinergi lintas organisasi ini segera ditindaklanjuti lewat penyesuaian program bersama perangkat daerah. Ia menargetkan kolaborasi tersebut dapat berjalan optimal mulai tahun 2027 agar manfaat pembangunan makin meluas.
 
"Kami minta proses itu bisa segera berjalan di awal tahun 2027," pungkas Rudy. (ra-ed.swa)