Cibungbulang, Kompim -  Rudy Susmanto, Bupati Bogor menyebut pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di kawasan TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, sebagai momentum penting dalam mengubah pola pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor. Hal itu disampaikannya saat peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1, Kamis (17/9/2026), yang dihadiri Wakil Bupati Bogor dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor bersama jajaran pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI, PLN, serta pihak terkait lainnya.

Rudy mengatakan, keberadaan TPA Galuga selama lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari persoalan pengelolaan sampah yang harus diselesaikan secara bertahap. Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut membuka peluang untuk mengubah timbunan sampah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

“TPA Galuga timbunan sampah 34 tahun bisa selesai. Ternyata apa yang kami pikirkan, Presiden lebih dahulu memikirkan,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan, PSEL Bogor Raya 1 menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk memulihkan kondisi kawasan Galuga. Ia menilai transformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengolahan sampah baru, tetapi juga penanganan timbunan lama melalui teknologi pengolahan yang dapat menghasilkan sumber energi dan bahan bakar.

Menurut Rudy, dampak pembangunan PSEL perlu dilihat dalam perspektif 10 hingga 15 tahun ke depan. Pemulihan lingkungan di sekitar kawasan TPA membutuhkan proses panjang, termasuk perbaikan kondisi tanah dan air serta pengembalian fungsi kawasan agar dapat berkembang secara lebih baik.

“Pada saat sampahnya mulai terurai, sampahnya mulai diproses, maka kita berupaya bersama-sama mengembalikan kondisi lingkungan seperti awal mula sebelum TPA berdiri dan juga memberikan masa depan yang lebih baik kepada masyarakat Kabupaten Bogor,” katanya.

Rudy menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Barat. Ia juga menekankan bahwa transformasi pengelolaan sampah harus berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah pusat dan kolaborasi lintas sektor. (ra– ed.swa).