Cibinong, Kompim - Rudy Susmanto, Bupati Bogor menerima audiensi Aliansi BEM se-Bogor Raya di Pendopo Bupati, Senin (18/5/2026), untuk berdialog mengenai persoalan strategis mulai dari infrastruktur hingga isu sosial. Dalam pertemuan tersebut, Rudy menegaskan komitmen jajaran Pemkab Bogor untuk tidak apatis dan siap berkolaborasi dengan mahasiswa demi mempercepat pembangunan daerah.

“Karena kita sama-sama sayang sama Kabupaten Bogor. Aspirasi apapun yang disampaikan, pemerintah tidak boleh apatis,” ujar Bupati Bogor di hadapan perwakilan organisasi mahasiswa se-Bogor Raya.

Rudy menjelaskan, Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia memiliki tantangan pembangunan yang jauh lebih kompleks dibandingkan daerah lain. Karena itu, pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan dukungan serta pengawalan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Rudy memaparkan sejumlah langkah percepatan pembangunan yang tengah berjalan, mulai dari infrastruktur strategis di Bogor Barat, percepatan betonisasi jalan, pemasangan penerangan jalan umum, hingga penataan kawasan pemerintahan dan ruang publik. Salah satu fokus utamanya adalah penataan kawasan Stadion Pakansari, yang kini tengah dibangun pusat layanan haji dan umrah. Fasilitas ini dihadirkan untuk melayani jemaah asal Kabupaten Bogor yang jumlahnya merupakan terbesar di Indonesia, sekaligus memperkuat fungsi Pakansari sebagai wajah dan gerbang utama daerah.

Rudy juga menyinggung pentingnya keseimbangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ia mencontohkan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) yang sempat dikritik di media sosial karena dianggap kalah prioritas dibanding perbaikan sekolah atau jalan rusak.

“Kalau bangun jalan, masyarakat minta lampu. Ketika lampu dipasang, muncul pertanyaan kenapa tidak fokus ke sekolah atau jalan rusak. Ini yang harus dipahami bersama, bahwa pembangunan dilakukan bertahap dan proporsional sesuai kemampuan anggaran,” jelas Rudy.

Terkait keluhan konkret, Pemkab Bogor kini tengah berupaya menyelesaikan kendala pembebasan lahan dan penyesuaian desain pada proyek jalan Parungpanjang. Di sisi lain, Aliansi BEM turut menyodorkan daftar persoalan lapangan, seperti kerusakan jalan dan jembatan di Sukajaya, Nanggung, dan Pamijahan, tingginya angka putus sekolah, minimnya fasilitas kesehatan, hingga aktivitas tambang ilegal dan truk tambang yang merusak lingkungan.

Menutup audiensi, Rudy berharap forum ini bertransformasi menjadi ruang kolaborasi jangka panjang untuk mengawal pembangunan daerah, bukan sekadar wadah penyampaian aspirasi sesaat. (ra – ed.swa).