Cibinong, Kompim - Eva Rudy Susmanto Bunda Paud Kabupaten Bogor mengajak seluruh elemen pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadikan pengenalan budaya lokal sebagai bagian dari proses pembentukan karakter anak sejak dini. Pesan tersebut disampaikan dalam Festival Budaya Sunda PKG PAUD Kabupaten Bogor Tahun 2026, di GOR Laga Satria, Pakansari, Kabupaten Bogor, Rabu (5/8/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliandy yang mewakili Bupati Bogor, bersama jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Kebudayaan RI, unsur DPRD, Forkopimda, serta para pendidik PAUD. Festival ini diikuti perwakilan dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dengan sekitar 1.100 peserta, yang menampilkan berbagai seni dan kreativitas budaya Sunda, di antaranya kawinan Sunda, tari tradisional, dan pertunjukan budaya lainnya.

Eva menyampaikan bahwa, pengenalan budaya lokal sejak usia dini memiliki arti penting dalam membentuk karakter anak sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa.

“Guru PAUD memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai tersebut melalui proses belajar yang menyenangkan dan sesuai dunia anak,” ujar Eva. Pesan tersebut menempatkan guru PAUD sebagai bagian penting dalam mengenalkan budaya kepada generasi penerus melalui pembelajaran yang dekat dengan dunia anak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menegaskan pentingnya festival budaya sebagai wadah efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap warisan lokal sejak dini. Menurutnya, acara semacam ini tak sekadar menampilkan nilai seni, tetapi juga memperkuat identitas bangsa yang patut diwariskan kepada generasi penerus.

"Anak-anak belajar mencintai budaya lewat dedikasi para guru. Budaya adalah identitas bangsa yang harus terus kita jaga," ujarnya.

Ia menambahkan, peran guru PAUD sangat strategis dalam membentuk fondasi masa depan Indonesia, mulai dari pembentukan karakter, kreativitas, kepemimpinan, hingga rasa cinta tanah air. Langkah ini selaras dengan program pemerintah pusat terkait Wajib Belajar 13 Tahun, yang mewajibkan satu tahun pendidikan pra-SD bagi anak usia 5–6 tahun.

Upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) anak usia dini kini menjadi fokus bersama. Berdasarkan Rapor Pendidikan Kabupaten Bogor, partisipasi anak usia 5–6 tahun menunjukkan tren peningkatan yang positif.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong peningkatan kualifikasi pendidik. Pada tahun 2026, kuota beasiswa S1 bagi guru PAUD ditingkatkan menjadi 300 penerima, dari sebelumnya 200 penerima pada 2025.

Harapannya, melalui sinergi antara Bunda PAUD, tenaga pendidik, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan, pengenalan budaya local, khususnya budaya Sunda, dapat terus terintegrasi dalam pembelajaran anak usia dini. (ra– ed.swa)