Ciomas, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengakselerasi pemulihan sektor perikanan daerah pascapandemi. Penegasan tersebut disampaikannya saat meninjau Instalasi Karantina Ikan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor di UPT 4 Laladon, Kecamatan Ciomas, Rabu (4/11/2026).

Langkah strategis ini diambil untuk mengembalikan kejayaan Kabupaten Bogor sebagai salah satu pusat eksportir ikan hias terbesar di Asia.

Dalam kunjungannya, Rudy menyampaikan bahwa Kabupaten Bogor kini telah memiliki fasilitas karantina ikan resmi yang mengantongi sertifikasi langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tentunya, hal tersebut menjadi angin segar bagi para pelaku usaha perikanan di berbagai kawasan sentra, seperti Ciseeng, Parung, hingga Cibinong.

"Sekarang para pelaku dunia usaha perikanan di Kabupaten Bogor yang ingin melakukan ekspor maupun impor ikan tidak perlu jauh-jauh lagi. Proses karantina sudah bisa dilakukan langsung di wilayah kita sendiri," tutur Rudy.

Rudy mengingatkan kembali bahwa sebelum pandemi COVID-19, komoditas ikan hias dari kawasan Kelurahan Cirimekar (Cibinong), Parung, dan Ciseeng menjadi primadona pasar internasional dengan jangkauan ekspor hingga ke Korea Selatan dan Cina.

Oleh karena itu, Pemkab Bogor menjadikan momen ini sebagai pijakan utama untuk memulihkan perekonomian pembudidaya ikan skala kecil.

"Sebelum COVID, Bogor adalah salah satu pengekspor ikan hias terbesar di Asia. Saat pandemi, pembudidaya skala kecil cukup kesulitan untuk bangkit. Ini adalah momentum bagi kita untuk menghidupkan kembali semangat para pelaku dunia perikanan di Kabupaten Bogor," ujarnya.

Sebagai langkah konkret dalam menggenjot produksi benih berkualitas, Pemkab Bogor memfokuskan Balai Benih Ikan (BBI) Cijeruk khusus sebagai pusat budi daya ikan hias. Di lokasi ini, Pemkab telah menempatkan sejumlah indukan koi unggulan yang didatangkan langsung dari Jepang. Nantinya, bibit-bibit koi bersertifikat hasil penangkaran tersebut akan dibagikan secara kepada para pelaku dunia perikanan di Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, penguatan juga menyasar Kawasan Minapolitan Ciseeng dan Parung melalui renovasi kolam-kolam milik petani serta pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk mempermudah akses pengangkutan komoditas. Guna mendukung produktivitas para pembudidaya, Pemkab Bogor turut memasang jaringan penerangan di area kolam seluas hampir 200 hektare, sehingga aktivitas pengelolaan perikanan dan mobilitas warga tetap berjalan optimal dan aman meski di malam hari.

Pemkab Bogor optimistis sektor perikanan akan kembali menjadi roda penggerak ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing global. (nps- ed.swa).