Jakarta, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat demi mempercepat penyediaan hunian layak dan aman bagi masyarakatnya. Komitmen ini ditegaskan lewat pertemuan strategis Pemkab Bogor dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, di Jakarta pada Jumat (24/7/2026).
Kolaborasi strategis ini difokuskan pada percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kabupaten Bogor. Setiap tahunnya, Pemkab Bogor telah mengalokasikan program renovasi sekitar 2.750 unit RTLH yang berjalan mulai tahun 2025. Melalui dukungan Kementerian PKP, di mana salah satunya lewat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), target penanganan 6.500 unit RTLH di Kabupaten Bogor dipastikan makin diperkuat.
Rudy, mengapresiasi tinggi sinergi yang terjalin untuk mempercepat terwujudnya hunian yang lebih baik. "Alhamdulillah, kami mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk bersinergi menghadirkan hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, Menteri PKP Maruarar Sirait menekankan pentingnya pengawasan data agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran serta dapat memberi dampak bagi ekonomi masyarakat. "Kita sekarang betul-betul kerja keras. Tolong dijaga agar tepat sasaran dengan data BPS. Ini akan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan," tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas dan kesehatan hunian masyarakat, program perbaikan RTLH ini nantinya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Proses pembangunannya melibatkan tenaga kerja setempat serta menggerakkan sektor usaha bahan bangunan, mulai dari toko material hingga industri semen, pasir, dan cat, serta berbagai kebutuhan konstruksi lainnya. (nps– ed.swa)