Cibinong, Kompim - Ajat Rochmat Jatnika, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan independensi Dewan Hakim dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-48 Tingkat Kabupaten Bogor. Hal tersebut ditegaskannya saat melantik Dewan Hakim MTQ ke-48 di Gedung Serbaguna 1, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Sabtu (31/10/2026), guna memastikan proses penilaian berjalan objektif demi menjaring peserta terbaik ke tingkat yang lebih tinggi.

“Pak Bupati sangat serius membina keumatan. Bagaimana Al-Qur’an itu bisa membumi di Bumi Tegar Beriman, bukan hanya sekadar lomba,” ungkap Ajat.

Ajat menegaskan pembangunan sarana keagamaan—seperti Masjid Baitul Faizin dan Masjid Raya Nurul Wathon, perlu diimbangi penguatan spiritual dan pembinaan berkelanjutan bersama para ulama serta pendidik Al-Qur’an.

Ia meminta Dewan Hakim menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan independensi tanpa intervensi demi menjaga marwah MTQ. "Tuntutan kami sederhana: integritas, profesional, dan independen," tegasnya, sembari mengingatkan bahwa keputusan hakim menentukan kualitas kompetensi.

Ajat menambahkan, keberhasilan MTQ bertumpu pada sinergi peserta, Dewan Hakim, dan panitia. Lewat penilaian yang objektif dan pembinaan yang konstruktif, para pemenang diharapkan siap mewakili Kabupaten Bogor di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.

Lebih lanjut, Ajat menegaskan komitmen Pemkab Bogor dalam memelihara pembinaan keagamaan dan memberikan apresiasi bagi para penggerak keagamaan—termasuk juara MTQ dan marbot masjid. Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti pada batas kompetisi, melainkan harus bertransformasi menjadi gerakan yang memperkuat kehidupan bermasyarakat.

Pemkab Bogor berharap MTQ mampu mencetak generasi Qur’ani berprestasi yang menjadi teladan publik. Didukung integritas penyelenggaraan dan sinergi lintas elemen keagamaan, helatan ini diharapkan menjadi sarana membangun SDM Kabupaten Bogor yang berakhlak serta berlandaskan iman dan takwa. (ra– ed.swa).