Cimandala, Kompim – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, di Kabupaten Bogor pada Kamis (26/2/2026). Kunjungan ini menandai momen bersejarah bagi Kabupaten Bogor yang resmi menjadi kabupaten pertama di Indonesia dalam memelopori percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) secara masif dan terukur.
Mewakili Bupati Bogor, Sekda Ajat menyampaikan bahwa perhatian dari pemerintah pusat merupakan suntikan semangat bagi para tenaga medis di lapangan. “Hal ini menjadi motivasi kami, motivasi spirit untuk terus berjuang mengurangi TBC di Kabupaten Bogor,” tandasnya.
Ajat menjelaskan bahwa kontribusi Kabupaten Bogor sangat krusial bagi data kesehatan nasional. Dengan luas wilayah hampir 3.000 km persegi, atau setara 28 kali luas Kota Bogor, Kabupaten Bogor menyumbang sekitar sepertiga dari total data penanganan TBC di Jawa Barat. Ia pun menegaskan komitmen daerah untuk terus bersinergi dengan pusat. "Selamat datang, komitmen kita pegang teguh dari pusat sampai ke daerah," tambahnya.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memaparkan tantangan besar yang masih dihadapi, khususnya terkait TBC Resistensi Obat (TBC-RO). Meskipun penemuan kasus di Jawa Barat sudah mencapai 98 persen, angka pasien yang memulai pengobatan masih tertahan di kisaran 88 persen.
Data menunjukkan terdapat sekitar 2.800 kasus TBC-RO di Jawa Barat, di mana 44 persen di antaranya adalah penderita yang belum pernah mendapat pengobatan sebelumnya. Hal ini menandakan adanya penularan langsung bakteri yang sudah resisten.
Biaya pengobatannya pun fantastis, mencapai Rp300 juta per orang dengan durasi hampir satu tahun, jauh lebih tinggi dibanding TBC sensitif yang hanya memerlukan biaya Rp2 juta hingga Rp6 juta dengan pengobatan selama enam bulan.
Pada kesempatan yang sama, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan bahwa pemberantasan TBC merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran, yakni pemberantasan TBC secara nasional. Ia pun menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan program ini sebagai Quick Win yang dilakukan secara masif dan lintas sektoral.
Benjamin mengungkapkan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan pengobatan gratis, tetapi juga dukungan ekonomi bagi pasien tidak mampu.
“Jadi nanti bukan hanya mengobati pasien, tapi pasien yang tidak mampu juga bisa mendapatkan tunjangan uang 200 ribu rupiah. Kemudian, sekiranya pasien tidak mampu, bisa mendapat tunjangan beras,” tegas Wamenkes.
Ia menambahkan bahwa pemerintah hadir dengan memberikan pengobatan 100 persen gratis. Seluruh anggota keluarga pasien juga diperiksa melalui program cek kesehatan gratis, bukan hanya untuk mengetahui TBC, tetapi juga untuk mendeteksi penyakit lain seperti diabetes dan hipertensi.
Nantinya, apabila ditemukan penyakit tersebut, akan langsung diberikan pengobatan. Bahkan jika terdapat kelainan jantung, penanganan juga akan segera dilakukan. Dengan demikian, seluruh proses pemeriksaan dan pengobatan dilakukan secara gratis.
Lebih lanjut, Wamenkes menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Ia menuturkan bahwa kebutuhan penemuan kasus di Kabupaten Bogor ditargetkan mencapai 100 persen, dan saat ini telah terealisasi sebesar 94,9 persen.
Menutup rangkaian acara, Wamendagri Akhmad Wiyagus, menjelaskan tujuan kunjungan ini adalah untuk memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor mengefektifkan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) secara terkolaborasi dan terukur. (nps – ed.swa).