Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto Bupati Bogor, memimpin jalannya pelaksanaan Rapat Pembahasan Jalan Penunjang Tambang, yang berlangsung di Pendopo Bupati Bogor, pada Selasa (13/1/2026). Hal ini guna menanggapi aspirasi masyarakat Bogor Barat, dalam mengakselerasi pembangunan jalan khusus tambang yang melintasi wilayah Cigudeg, Rumpin, hingga Parung Panjang.
Pada pertemuan tersebut, tidak hanya melibatkan jajaran Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Bogor, tetapi juga menghadirkan 28 pengusaha tambang serta perwakilan masyarakat yang selama ini terdampak oleh operasional truk bertonase besar.
Rudy menekankan bahwa pembangunan infrastruktur adalah prioritas utama sejak dirinya dan Wakil Bupati Jaro Ade dilantik pada Februari 2025 lalu. Ia menegaskan bahwa jabatan yang ia emban adalah mandat penuh untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat Kabupaten Bogor.
“Hal pertama yang kami lakukan sejak Kami dilantik tanggal 20 Februari 2025, kita tingkatkan terkait infrastruktur di wilayah Bogor, terkhusus Bogor Barat, salah satunya Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Nanggung, hingga Gunung Sindur," tegas Rudy di hadapan para undangan rapat.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menggandeng tim peneliti pusat dan koordinator angkutan untuk memetakan jalur khusus. Rudy menegaskan bahwa jalur tersebut akan menjadi pemisah antara kendaraan logistik dan kendaraan pribadi untuk menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.
"Bogor Barat punya banyak potensi kewilayahan karena dekat dengan Tangerang, maka kami putuskan harus ada jalur khusus angkutan tambang dan barang. Dan jalur ini tidak berbayar. Kenapa tidak berbayar? Karena kami ingin memastikan kelancaran ekonomi tanpa membebani masyarakat lebih jauh," lanjutnya.
Kemudian, dalam hal alokasi Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah konkret, pemerintah telah mengalokasikan anggaran dalam APBD 2026 untuk perluasan lahan sepanjang 12 kilometer yang membentang dari Kecamatan Cigudeg hingga Rumpin. (nps – ed.swa).