Cisarua, Kompim – Rudy Susmanto, Bupati Bogor, mempertegas komitmen pelestarian lingkungan dengan meluncurkan program pembangunan hutan kota secara masif di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Langkah ini diawali dengan aksi penanaman pohon serentak yang menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan tahun 2026.
Mengusung tema “Bogor Menanam untuk Indonesia”, seremoni gerakan ini dipusatkan di kawasan hulu Sungai Ciliwung, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, pada Kamis (5/2/2026). Pembangunan hutan kota ditargetkan menyentuh 40 kecamatan guna mengembalikan fungsi ekologis dan menambah ruang terbuka hijau di Bumi Tegar Beriman.
Rudy menjelaskan bahwa program hutan kota—dengan target minimal satu hektare per kecamatan—sejatinya telah dicanangkan sejak 2025. Baginya, langkah ini merupakan respons krusial terhadap bencana banjir dan longsor yang kerap dipicu oleh kelalaian manusia dalam menjaga alam.
Namun, di balik pemulihan ekologi, Rudy menekankan adanya misi filosofis yang lebih mendalam: menghidupkan kembali semangat gotong royong masyarakat yang mulai memudar.
“Kita sudah mulai melupakan nilai gotong royong yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Menanam pohon adalah sedekah yang tidak tertulis. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi jejak manfaat bagi anak cucu kita di masa depan,” ujar Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan penataan besar kawasan Puncak pada 2026 yang bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Hingga saat ini, total luas lahan yang akan dihijaukan mencapai 220 hektare, mencakup pembukaan 48 hektare di Hambalang, 24 hektare lahan PTPN di Puncak, serta 9 hektare di Blok Pancawati. Rudy optimistis angka tersebut akan terus bertambah seiring kuatnya komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Setelah hutannya terbangun, akan kami tetapkan sebagai lahan permanen yang tidak dapat dialihfungsikan selain untuk hutan kota,” tegasnya.
Rudy menegaskan bahwa pembangunan hutan kota adalah kewajiban yang tidak dapat ditawar dan harus dikerjakan secara tuntas. Di tingkat desa, pemerintah daerah akan menyubsidi pengembangan hutan kota atau kebun buah, sembari membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal. Guna menjamin keberlanjutan, tim khusus telah disiagakan untuk pemeliharaan intensif selama satu tahun penuh pasca-penanaman.
Inisiatif ini pun mendapat apresiasi dari Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup RI, Nur Ari Wardoyo. Ia memuji gerakan "Bogor Menanam untuk Indonesia" sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi keselamatan lingkungan dan kualitas hidup generasi masa depan. (nps – ed.swa).