Babakan Madang, Kompim – Rudy Susmanto Bupati Bogor, memimpin langsung Rapat Koordinasi terkait Penataan Sarana Umum (PSU) di wilayah Cijayanti - Bojong Koneng yang berlangsung di Kantor Kecamatan Babakan Madang, pada Sabtu (10/1/2026).

Rapat ini tidak hanya sekadar membahas perihal teknis infrastruktur, melainkan upaya menjaga martabat daerah yang kini menjadi sorotan dunia karena kehadiran Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Babakan Madang.

Rudy menekankan bahwa kehadiran Presiden di wilayah Babakan Madang, adalah sebuah keberkahan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh perangkat daerah. Menurutnya, kondisi lingkungan di wilayah tersebut mencerminkan citra Indonesia di mata tamu kenegaraan.

Rudy mengingatkan bahwa kesan pertama para menteri maupun kepala negara asing saat berkunjung ke kediaman Presiden dimulai dari apa yang mereka lihat di sepanjang jalan Babakan Madang.

Lebih lanjut, Persoalan sampah, genangan air, dan kemacetan menjadi perhatian serius. Rudy mengibaratkan jika infrastruktur tidak terurus, maka hal itu akan menjadi rapor buruk bagi kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan.

"Hanya dua desa, Cijayanti dan Bojong Koneng, tapi keduanya merepresentasikan wajah bangsa dari Sabang sampai Merauke. Jika tamu negara melihat sampah menumpuk atau jalan berlubang, mereka akan menyimpulkan itulah potret pengelolaan di Indonesia. Kita harus mengubah persepsi itu,” tegasnya pada rapat tersebut.

Untuk tahun anggaran 2026, Rudy menginstruksikan langkah strategis di sembilan desa Kecamatan Babakan Madang yang mencakup: penyiagaan personel kebersihan dan edukasi sampah oleh DPKPP dan DLH; pemantauan harian jalan dan irigasi oleh Dinas PUPR; serta prioritas rehabilitasi RTLH, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, Pemkab Bogor akan menata lokasi pedagang agar tetap estetik tanpa mematikan ekonomi rakyat.

Rudy mengajak masyarakat untuk berkolaborasi secara preventif, terutama menghadapi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi.

"Ayo kita tata bersama-sama dan kita rawat bersama-sama. Jangan tunggu ada terjadi permasalahan baru kita bergerak. Kita ingin pedagang aman dan nyaman, pengunjung pun tenang. Jika lingkungan kita rapi dan vegetasinya indah, pusat akan dengan senang hati membantu pembangunan kita ke depan,” pungkasnya. (nps – ed.swa).