Cibinong, Kompim – Rudy Susmanto Bupati Bogor, memimpin jalannya Paparan Usulan Intervensi Pembangunan di Desa Gunung Putri, yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), pada Senin (9/2/2026). 

“Pemerintah Kabupaten Bogor tengah bersiap menjadikan Desa Gunung Putri sebagai prototipe desa percontohan yang dibangun secara menyeluruh pada tahun 2026”, tegas Rudy.

Rudy menekankan bahwa prestasi Desa Gunung Putri yang meraih juara ketiga Anugerah Sri Baduga tingkat Provinsi Jawa Barat, harus menjadi stimulus perubahan besar. Menurutnya, apresiasi tertinggi bagi desa berprestasi bukanlah sekadar sertifikat, melainkan perubahan nyata pada infrastruktur dan kesejahteraan masyarakatnya.

"Desa Gunung Putri mewakili 416 desa dan 19 kelurahan se-Kabupaten Bogor. Kita ingin melakukan intervensi bersama-sama. Bukan hanya status sebagai percontohan yang di publikasi, tapi betul-betul satu desa dibangun menyeluruh, jalannya bagus dan lingkungannya tertata," tegas Rudy.

Ia pun merinci sejumlah langkah teknis yang melibatkan berbagai dinas terkait untuk mengubah wajah Desa Gunung Putri.

Pemerintah Daerah akan mengintervensi kawasan Setu Gunung Putri. Pengadaan kapal wisata direncanakan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, sementara BPBD juga menyiagakan kapal rescue yang disiagakan di lokasi agar multifungsi. “Peruntukannya adalah untuk tim rescue pada saat terjadi banjir. Tetapi selama tidak ada banjir, kapalnya disimpan di setu,” jelasnya.

Mengubah citra daerah Gunung Putri yang terkenal sebagai kawasan industri yang identik dengan debu menjadi desa wisata yang hijau. Dinas terkait diinstruksikan melakukan penghijauan melalui pembagian bibit buah ke rumah-rumah warga yang kemudian di tanam di tiap halaman rumah warga, guna mewujudkan desa sentra buah di masa depan.

Pembangunan fasilitas publik seperti Posyandu, yang harus memenuhi standar pelayanan yang baik dengan perlengkapan yang mumpuni sebagai model bagi desa lain.

Mengingat lokasinya yang strategis sebagai salah satu gerbang masuk Kabupaten Bogor (Exit Tol Gunung Putri), Rudy menegaskan perlu adanya penguatan identitas wilayah. Hal ini dilakukan dengan membangun Gapura Selamat Datang di Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Indonesia. 

Rudy menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi barometer pembangunan daerah. Intervensi yang diperkirakan bernilai puluhan miliar ini merupakan hasil keroyokan berbagai Perangkat Daerah terkait.

"Kita punya salah satu etalase. Inilah desa yang bisa ditiru sebagai studi kepada desa-desa lainnya. Kita bangun bersama-sama agar apa yang sudah diperjuangkan Pemerintah Desa dan masyarakat melalui gotong royong tidak hilang. Pembangunan di 40 kecamatan, 416 Desa dan 19 Kelurahan harus merata, dan kita mulai dari intervensi bersama di tahun 2026 ini," pungkasnya. (nps – ed.swa).